Analisis Tugas

Standar Prosedural perlu dilakukan untuk  membangun rekaya perangkat lunak, salah satu hal yang harus dilakukan adalah melakukan analisis tugas. Analisis tugas bertujuan untuk menggambarkan sebuah proses yang terjadi, sehingga node-node tugas dapat berjalan dengan baik. Memeriksa tugas-tugas perlu adanya sebuah ketelitian agar tidak timbul kesalahan yang nantinya akan berakibat fatal. Untuk itu diperlukan strategi-strategi yang baik dalam melakukan analisis tugas. Jenis- jenis analisis tugas sebagai berikut :

1. Interview :

proses wawancara yang biasanya dilakukan oleh dua orang.

2. Observasi

Proses peninjaun langsung

3. Dokumentasi

4. Analisis Prosedural

 

Sumber Informasi dan Penggunaan Informasi

Sumber informasi adalah Data yang merupakan bentuknya masih mentah dan perlu diolah lebih lanjut. Dan Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai, tetapi dapat diolah melalui suatu model untuk dihasilkan oleh sebuah informasi. Kelompok dalam Informasi : Informasi Strategis, Informasi Taktis, Informasi Teknik  Informasi yang Berkualitas : Akurat, Tepat Waktu, Relevan

Fungsi Informasi Suatu Organisasi

Fungsi informasi berguana sebagai suatu organisasi yang memberikan kejelasan mengenai sesuatu hal yang sudah, sedang dan yang akan dihadapi oleh organisasi.

 

Data Input Output

Dalam komputasi, input / output atau I / O adalah komunikasi antara sistem pengolahan informasi (seperti komputer ) dan dunia luar, mungkin manusia atau sistem pengolahan informasi lain. Input adalah sinyal atau data yang diterima oleh sistem, dan output adalah sinyal atau data yang dikirim dari itu. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari suatu tindakan, untuk “melakukan I / O” adalah untuk melakukan masukan atau output operasi . I / O device yang digunakan oleh orang (atau sistem lainnya) untuk berkomunikasi dengan komputer. Misalnya, papan ketik atau tikus mungkin merupakan perangkat input untuk komputer, sementara monitor dan printer dianggap perangkat output untuk komputer. Perangkat untuk komunikasi antar komputer, seperti modem dan kartu jaringan , biasanya melayani untuk kedua input dan output.

Perhatikan bahwa penunjukan perangkat sebagai masukan atau keluaran tergantung pada perspektif. Mouse dan keyboard mengambil gerakan fisik input output pengguna manusia dan mengubahnya menjadi sinyal bahwa komputer dapat mengerti. Output dari perangkat ini merupakan input untuk komputer. Demikian pula, printer dan monitor ambil sebagai masukan sinyal bahwa output komputer. Mereka kemudian mengubah sinyal ini menjadi representasi bahwa pengguna manusia bisa melihat atau membaca. Untuk pengguna manusia proses membaca atau melihat representasi ini adalah menerima masukan. Ini interaksi antara komputer dan manusia dipelajari dalam bidang yang disebut interaksi manusia-komputer .

Dalam arsitektur komputer, kombinasi dari CPU dan memori utama (yaitu memori yang CPU dapat membaca dan menulis secara langsung, dengan masing-masing instruksi ) dianggap sebagai otak dari komputer, dan dari sudut pandang transfer informasi dari atau ke kombinasi itu, misalnya untuk atau dari disk drive , dianggap I / O. CPU dan sirkuit pendukungnya menyediakan memori-dipetakan I / O yang digunakan dalam tingkat rendah pemrograman komputer , seperti pelaksanaan driver perangkat . Sebuah algoritma I / O adalah salah satu yang dirancang untuk mengeksploitasi lokalitas dan melakukan efisien saat data berada pada penyimpanan sekunder, seperti disk drive.

 

Pengertian Penilaian Kognitif

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.  Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang atau aspek yang dimaksud adalah:

•         Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)

Adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunkannya. Pengetahuan atau ingatan adalah merupakan proses berfikir yang paling rendah.

Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada jenjang pengetahuan adalah dapat menghafal surat al-‘Ashar, menerjemahkan dan menuliskannya secara baik dan benar, sebagai salah satu materi pelajaran kedisiplinan yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam di sekolah.

•         Pemahaman (comprehension)

Adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.  Seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berfikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan.

Salah satu contoh hasil belajar ranah kognitif pada jenjang pemahaman ini misalnya: Peserta didik atas pertanyaan Guru Pendidikan Agama Islam dapat menguraikan tentang makna kedisiplinan yang terkandung dalam surat al-‘Ashar secara lancar dan jelas.

•         Penerapan (application)

Adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret. Penerapan ini adalah merupakan proses berfikir setingkat lebih tinggi ketimbang pemahaman.

Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang penerapan misalnya: Peserta didik mampu memikirkan tentang penerapan konsep kedisiplinan yang diajarkan Islam dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

•         Analisis (analysis)

Adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor lainnya. Jenjang analisis adalah setingkat lebih tinggi ketimbang jenjang aplikasi.

Contoh: Peserta didik dapat merenung dan memikirkan dengan baik tentang wujud nyata dari kedisiplinan seorang siswa dirumah, disekolah, dan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, sebagai bagian dari ajaran Islam.

•         Sintesis (syntesis)

Adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang yang berstruktur atau bebrbentuk pola baru. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada jenjang analisis. Salah satu jasil belajar kognitif dari jenjang sintesis ini adalah: peserta didik dapat menulis karangan tentang pentingnya kedisiplinan sebagiamana telah diajarkan oleh islam.

•         Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)

Adalah merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. Penilian/evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu kondisi, nilai atau ide, misalkan jika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria yang ada.

Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang evaluasi adalah: peserta didik mampu menimbang-nimbang tentang manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang berlaku disiplin dan dapat menunjukkan mudharat atau akibat-akibat negatif yang akan menimpa seseorang yang bersifat malas atau tidak disiplin, sehingga pada akhirnya sampai pada kesimpulan penilaian, bahwa kwdisiplinan merupakan perintah Allah SWT yang waji dilaksanakan dalam sehari-hari.

Keenam jenjang berpikir yang terdapat pada ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom itu, jika diurutkan secara hirarki piramidal adalah sebagai tertulis pada  gambar 1.

Keenam jenjang berpikir ranah kognitif bersifat kontinum dan overlap (tumpang tindih), dimana ranah yang lebih tinggi meliputi semua ranah yang ada dibawahnya.

 

SUMBER : http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/12/15/analisis-tugas-imk-hari-ini-418987.html